Tampilkan postingan dengan label KAMERA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KAMERA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Maret 2013

MEMAHAMI TENTANG TIPE LENSA DSLR


Banyak dari kita seringkali kebingungan dalam memilih lensa yang sesuai dengan kebutuhan kita. Selain memang beragam jenis lensa yang ada, juga karena harganya cukup mahal sehingga jangan sampai kita salah memilih. Ada baiknya kita memahami kategori lensa terlebih dahulu supaya bisa sesuai dengan kebutuhan dan kegunaannya.



Tipe-tipe Lensa DSLR

Pertama, saya membaginya dalam dua tipe utama, yaitu Prime Lens/Fix Lens dan Zoom Lens.

Prime Lens/Fix Lens

Prime Lens memiliki focal length / panjang fokal tetap, sehingga subyek foto tidak dapat diperbesar atau diperkecil. Kita harus berpindah posisi jika akan mengatur besar kecilnya obyek maupun sudut pandangnya. Lensa jenis ini biasanya mempunyai ukuran lebih kecil daripada zoom lens (perbandingannya tentu dengan focal length / panjang fokal yang setara). Hasil yang diperoleh pun lebih tajam. Prime lens juga memiliki bukaan yang lebar sehingga dapat menghasilkan efek  bokeh/blur yang lebih baik. Beberapa jenis lensa tipe ini antara lain Canon EF 14mm f/2.8 L II USM, Canon EF 28mm f/1.8 USM, Canon EF 35mm f/1.4 L USM, Canon EF 50mm f/1.8 II, NIKON AF 50mm f/1.8D, SIGMA AF 70mm F/2.8 EX DG MACRO, Canon EF 85mm f/1.8 USM, Canon EF 100mm f/2.8 Macro USM, Canon EF 200mm f/2.8L II USM, NIKON AF 135mm f/2D DC, dan masih banyak lagi.

Zoom Lens

Zoom Lens memiliki rentang fokus yang berbeda yang bisa diatur sesuai keinginan kita, jadi kebalikan dengan Prime Lens. Kelebihan Zoom Lens ialah fleksibelitasnya yaitu dengan satu buah lensa kita bisa mendapatkan focal length / panjang fokal yang bervariasi maupun sudut lensa yang bervariasi sehingga kita tidak direpotkan dengan seringnya pindah posisi. Sedangkan kelemahannya adalah ukurannya yang lebih besar dan lebih berat serta dan kualitas ketajaman gambar yang dihasilkan masih dibawah Prime Lens. Beberapa jenis lensa tipe ini antara lain Canon EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 USM, NIKON AF-S 10-24mm f/3.5-4.5G ED DX, Canon EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM, TOKINA AT-X 16.5-135mm F3.5-5.6 DX, Canon EF 24-70mm f/2.8L II USM, Canon EF-S 55-250mm f/4-5.6 IS II, Canon EF 70-200mm f/2.8L USM, TAMRON SP 70-300mm F/4-5.6 Di VC USD, dan masih banyak lagi.

Zoom Lens seringkali juga dilengkapi informasi rasio perbesarannya, hanya saja perlu dicermati bahwa perbesaran yang dimaksud adalah rasio focal length / panjang fokal terkecil berbanding focal length / panjang fokal terbesar. Jadi bukan perbesaran gambar dari aktualnya. Misal Canon EF-S 15-85mm f/3.5-5.6 IS USM, rasio perbesarannya adalah 85 : 15 atau 5,6 : 1.



Kedua, saya membaginya dalam 5 sub tipe lensa, yaitu Ultra Wide Lens, Wide Lens, Standard Lens, Tele Lens, dan Super Tele Lens.

Ultra Wide Lens 

Lensa ini memiliki lebar sudut pandang lebih dari 90°. Jika kita lihat dari ukuran panjang fokal lensanya antara 8mm – 20mm. Kebanyakan dipakai untuk foto landscape dan interior.

Wide Lens

Lensa ini memiliki lebar sudut pandang antara  60° sampai dengan 90°. Jika kita lihat dari ukuran panjang fokal lensanya antara 20mm – 35mm. Kebanyakan dipakai untuk foto landscape dan interior.

Standard Lens

Lensa ini memiliki lebar sudut pandang antara  25° sampai dengan 60°. Jika kita lihat dari ukuran panjang fokal lensanya antara 35mm – 105mm. Kebanyakan dipakai untuk foto kegiatan sehari-hari, ada juga yang digunakan untuk foto portrait.

Tele Lens

Lensa ini memiliki lebar sudut pandang antara  10° sampai dengan 25°. Jika kita lihat dari ukuran panjang fokal lensanya antara 105mm – 200mm. Kebanyakan dipakai untuk foto kegiatan olah raga, foto fashion, tapi ada juga yang mengunakan untuk foto portrait.

Super Tele Lens

Lensa ini memiliki lebar sudut pandang kurang dari 10°. Jika kita lihat dari ukuran panjang fokal lensanya lebih dari 200mm. Kebanyakan dipakai untuk foto kegiatan olah raga maupun foto satwa liar.



Ketiga, saya memasukkan dalam sub tipe lensa untuk keperluan khusus, yaitu Macro Lens, Fisheye Lens, Soft Focus Lens, dan Perspective Control Lens. Biasanya, produsen lensa sudah mencantumkan kode khusus untuk lensa tipe ini.

Macro Lens

Lensa makro didisain untuk memfoto benda-benda kecil dan dekat. Dengan demikian lensa makro harus mempunyai jarak fokus yang dekat. Perbandingan obyek foto dengan tangkapan gambar pada sensor atau film biasanya 1:1, yang artinya pada saat fokus dengan jarak sangat dekat dengan subyek foto maka ukuran subyek foto akan sama besar dengan gambar tangkapan pada sensor kamera atau film.

Fisheye Lens

Lensa fisheye adalah lensa yang memiliki wide-angle / sudut lebar yang ekstim. Bahkan ada lensa yang mempunyai sudut pandang sampai 180°. Selain itu, lensa jenis ini juga mempunyai distorsi yang ekstrim pula. Kenapa disebut fisheye, ya karena memang menyerupai mata ikan.

Perspective Control Lens

Lensa ini digunakan untuk architectural photographs. Tidak banyak yang menggunakan tipe lensa ini karena memang terlalu spesifik. Lensa yang termasuk tipe ini salah satunya adalah tilt-shift lens.



Jika kita sudah memahami tipe-tipe lensa DSLR tersebut diatas, kita akan dengan sendirinya mengetahui lensa mana yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Share:

Kamis, 27 Desember 2012

CARA MEMBUAT EXPOSURE PADA FOTO





EKSPOSURE
Didalam sebuah kamera selalu gelap, ketika sebuah foto diambil maka cahaya dari luar akan masuk dan menerangi film atau sensor, saat itulah direkam kedalam film atau sensor. Konsep ini berlaku sama untuk fotografi film maupun digital. "Exposure berarti mengukur dan menyeimbangkan cahaya" Terlalu banyak cahaya yang masuk menyebabkan foto akan terlalu terang, begitu pula jika kekurangan cahaya maka foto terlalu gelap, sebuah foto yang baik tergantung setting yang memberikan "right exposure" kepada film atau sensor.

Seorang fotografer dapat mengatur jumlah cahaya yang masuk dengan mengatur shutter speed, aperture dan film speed(ISO/ASA)


Mengukur cahaya dan Menyeimbangkan cahaya. Mengukur cahaya berarti memberikan ukuran cahaya yang tepat kepada film atau sensor, sehingga sebuah foto menghasilkan gambar seperti aslinya, sedangkan menyeimbangkan cahaya lebih kepada mengatur keseimbangan cahaya yang ditangkap agar menghasilkan gambar yang baik, bisa saja sebuah foto tidak seperti aslinya tetapi memiliki keindahan. Stop: sebuah unit ukuran exposure Stop adalah sebuah unit ukuran relatif untuk cahaya, mengambarkan tingkat terangnya sebuah cahaya.


contoh dibawah ini : mengandakan jumlah lampu berarti menambahkan satu stop (+1 Stop) , dan mengurangi setengah jumlah lampu berarti mengurangi satu stop (-1 Stop) Stop dapat saling mengantikan Dalam kamera kita Aperture(f), Speed(S), dan film setting(film speed/ISO) semuanya dibagi menjadi stop, walaupun sistem angkanya berbeda. Sebagai contoh jika kita menganggap setting S : 1/125 A: 5.6 ISO : 100


Adalah setting normal, maka kita dapat menggunakan setting lain untuk mendapatkan foto dengan terang yang sama, misalnya: S:1/30 (naik 2 stop dari S:1/125) f:11 (turun 2 stop dari f5.6) ISO:100 atau S:1/125 f:11 (turun 2 stop dari f5.6) ISO:400(naik 2 stop dari ISO 100) atau S:1/8 (naik 4 stop dari s:1/125) f:16 ( turun 3 stop dari f5.6) ISO:50 (turun 1 stop dari ISO 100)


lihatlah jumlah stop turun dan stop naiknya saling melengkapi) artinya exposure value nya tetap sama tetapi tentu saja, ada pengaruh di image yang dihasilkan akibat perbedaan aperture, speed, dan film speed(ISO)
Share:

Selasa, 28 Agustus 2012

SAMSUNG AKAN MENGELUARKAN KAMERA ANDROID





BERLIN - Kesuksesan Android bukan hanya mempengaruhi pasar smartphone, tapi juga terjadi di lingkungan kamera. Bukan hanya produsen kamera seperi Nikon yang kepincut Android, bahkan Samsung juga dikabarkan akan mengumumkan kamera digital yang didukung sistem operasi besutan Google tersebut.

Dilansir dari Mashable, Selasa (28/8/2012), perusahaan asal Korea Selatan itu dikabarkan berencana meluncurkan anggota baru lini produk Galaxy yang merupakan sebuah kamera digital pada pekan ini. Samsung akan memulai debut baru kamera pintar Android itu di IFA, sebuah pameran perdagangan elektronik di Berlin.

Kamera yang hadir dengan Android 4.0 (Ice Cream Sandwich) itu dikabarkan akan memiliki sensor 16 megapiksel dan layar 4,8 inci. Kamera tersebut kabarnya akan terhubung dengan koneksi selular agar pengguna bisa mengunggah foto ke jejaring sosial seperti Facebook dan Instagram.

Seperti yang telah disebutkan, Samsung bukanlah satu-satunya perusahaan yang tertarik menjadikan Android sebagai sistem operasi kamera. Sebelumnya, Nikon bahkan sudah mengumumkan kamera besutannya yang dilengkapi Andoid yakni S800c.

Perbedaannya, kamera Nikon menggunakan versi Android yang lebih lawas yakni Android 2.3 (Gingerbread). Meski begitu, kamera Nikon akan memiliki akses ke Google Play, sehingga bisa menjalankan aplikasi yang kompatibel dengan sistem operasinya. Kamera tersebut rencananya akan tersedia pada September mendatang.

Selain Samsung dan Nikon, Polaroid telah lebih dulu meluncurkan kamera Android di  ajang Consumer Electronics Show pada Januari lalu. Tapi sampai saat ini belum ada tanggap rilis resmi yang beredar.


$umb3r
Share:

Senin, 27 Agustus 2012

RUGI, KODAK OBRAL HAK PATENNYA


NEW YORK -- Salah satu pionir fotografi, Eastman Kodak, berencana menjual divisi produksi film kamera dan percetakan fotonya. Dunia fotografi pastinya kehilangan, sebab tak akan lagi menemukan film kamera, kertas foto, suvenir foto, scanner, dan jasa pencetakan foto di kios foto seperti yang ada selama ini.

Kodak juga tak lagi memproduksi kamera digital, kamera saku, kamera video, dan bingkai foto digital. "Perusahaan akan berfokus pada bisnis printer, lembaran film untuk pemutaran gambar di bioskop, dan bisnis petrokimia," kata Direktur Pemasaran Kodak, Pradeep Jotwani, seperti dikutip dari BBC, Senin (27/8).

Lembaga investasi Amerika Serikat, Lazard, akan membantu penjualan paten pencitraan digital (digital immage) dan film kamera milik Kodak. Apple dan Google, menurut laporan, telah membuat tawaran singkat untuk memperebutkan pembelian paten tersebut. Kedua perusahaan tersebut juga merupakan pesaing dan memiliki hubungan bisnis kurang baik sejak 2009 lalu.

Kodak juga telah mendiskusikan lelang paten tersebut dalam bentuk konsorsium, yang terdiri dari Apple, Microsoft, dan Google. Ketiganya tertarik dalam lelang digital immaging, khususnya bagian scanner Kodak.

Harga penawaran untuk portofolio itu mencapai 500 juta dolar AS. Padahal, jumlah tersebut masih jauh dari perkiraan Kodak, sekitar 2,6 miliar dolar AS. Sayangnya, manajemen Kodak masih belum mengumumkan hasil dari penjualan hak paten tersebut yang sebetulnya telah terjadi sejak sepekan lalu.

Chief Executive Officer Kodak, Antonio Perez, mengatakan rencana penjualan paten tersebut menjadi langkah penting dalam reorganisasi dan restrukturisasi perusahaan. "Agar bisnis kami lebih fokus ke pasar industri komersial, misalnya produksi printer inkjet" ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Perusahaan yang berbasis di Rochester, New York ini tersingkir dari pasar kamera digital sejak Februari lalu. Ini juga karena utang yang melanda perusahaan tersebut. Kodak telah berusaha mengumpulkan dana tunai, salah satunya dengan menjual lebih dari 1.100 paten pencitraan digital miliknya.

Absennya Kodak diindustri film kamera pastinya memukul para pelaku industri fotografi yang masih menganut metode konvensional. Meskipun industri fotografi yang memakain film sudah lama tergusur oleh industri foto digital, namun di berbagai wilayah di dunia masih ditemukan banyak fotografer dan laboratorium foto yang menggunakan metode konvensional ini.


$umb3r
Share:

Sabtu, 25 Agustus 2012

7 ALAT YANG WAJIB DIMILIKI PENGGUNA KAMERA DSLR





Ada anggapan bahwa memiliki kamera DSLR itu ribet dan harus merogoh saku cukup dalam, karena emilik kamera DSLR juga butuh aksesoris yang banyak untuk menjaga kondisi kamera dan apabila ingin hasil jepretan yang maksimal.

Pendapat itu tidak sepenuhnya benar, juga tidak sepenuhnya salah. Tapi dalam memilih aksesoris kamera, hendaknya dipikirkan dahulu bagaimana kebutuhan memotret, sehingga aksesoris yang kita sudah beli, nantinya tidak menjadi mubazir.

Berikut ini info tentang beberapa alat dan aksesoris yang memang wajib dimiliki dan dibawa oleh pengguna kamera DSLR. Khususnya bagi Anda yang ingin menjadi seorang fotografer profesional. Apa saja alat dan aksesoris tersebut?

1. Baterai Cadangan

Sepertinya ini tampak sepele. Namun banyak fotografer pemula sering mengabaikan pentingnya baterai ekstra. Tentunya kita tidak pernah ingin ketika berlibur, dan tengah foto-foto, atau kegiatan berburu foto yang lain, kita bisa kehilangan momen luar biasa karena tiba-tiba indikator baterai kamera kita berkedip merah.

Dalam memilih baterai cadangan, kita bisa membeli baterai yang asli atau bisa juga membeli baterai third party yang secara harga tentunya bisa lebih murah. Baterai cadangan ini juga bisa disematkan langsung ke kamera Anda dengan bantuan grip.

2. Filter UV

Meskipun dari namanya jelas bahwa fungsi dari aksesoris ini adalah untuk filtering sinar UV, tetapi sebagaian besar fotografer menggunakannya sebagai pelindung lensa. Sebuah filter UV ditempatkan di atas lensa dan berfungsi untuk melindungi lensa dari debu, kotoran, dan goresan.

Untuk sebuah filter UV, memiliki harga berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp1 juta, tergantung pada merk dan kualitas. Secara umum, kita harus berinvestasi dengan membeli Filter UV jika kita tidak ingin terjadi masalah terhadap lensa yang kita pakai.

3. Camera Case atau Tas Kamera

Ini merupakan sebuah aksesoris yang wajib dan sangat direkomendasikan bagi Anda pengguna kamera DSLR. Alasan tas kamera sangat diperlukan karena kita harus memikirkan aksesori apa yang perlu kita bawa ketika kita bepergian. Baterai cadangan, kartu memori, card reader, filter, lensa tambahan, dan cleaning kit yang masing-masing akan membutuhkan tempat di tas Anda.

Setelah Anda tahu apa yang perlu disimpan, ini akan menjadi sebuah pertimbangan yang baik sebelum menentukan jenis tas atau ransel yang kita butuhkan.

Saran dari kami, belilah sebuah tas kamera yang memiliki banyak padding dan proteksi eksternal, sehingga peralatan kita aman dari hal-hal yang ada di luar yang mungkin bisa masuk dan mengotori kamera DSLR kita.

4. Cleaning Kit

Tidak peduli apakah kita menggunakan filter UV atau tidak untuk lensa kita, yang jelas kita membutuhkan aksesoris Cleaning Kit di dalam tas dan wajib dibawa ke mana pun. Cleaning Kit untuk kamera DSLR biasanya terdiri dari, Kain Microfiber untuk membersihkan sidik jari dan noda. Sebuah blower debu untuk menyingkirk

5. Hard Drive Eksternal

Jika kita awalnya terbiasa dengan kamera saku dengan ukuran file yang kecil, tampaknya kita harus siap dengan ukuran file yang besar ketika beralih menggunakan kamera DSLR. Kamera DSLR menghasilkan output jenis file jauh lebih besar, terutama ketika kita mengambil gambar pada resolusi super tinggi, RAW, atau format video HD.

Untuk mengakomodasi kebutuhan penyimpanan sejumlah file besar, kita bisa membeli hard drive eksternal. Kapasitas yang tepat tergantung pada seberapa banyak jepretan yang akan kita lakukan, tapi banyak yang salah di sisi keselamatan, jadi jika kita bisa, belilah hard drive dengan kapasitas penyimapanan setidaknya 1TB.

Setelah kita telah mengatur hard drive yang kita punya, segera membuat sistem untuk mengatur foto dan video sehingga kita akan tahu persis di mana untuk menemukan dan mem-backup foto secara cepat ketika dalam keadaan darurat.

6. Tripod

Tripod merupakan kunci utama menghasilkan jepretan yang tajam, potret diri sendiri, foto dengan eksposur yang lama, dan sangat membantu ketika sedang pemotretan dengan cahaya rendah.

Namun demikian, begitu banyak jenis tripod yang dapat kita pilih. Sebagai permulaan, mencari tripod, cari dan belilah tripod berbahan serat karbon yang ringan dengan ketinggian standar dengan kemampuan memutar secara vertikal untuk gambar potret.

Jika kita ingin mendirikan studio foto dan sering mengambil gambar untuk pesta dan foto produk atau barang buatan tangan, tripod dapat menjadi alat yang benar-benar berguna.

7. Lensa Fix 50mm

Jika kita bertanya bagaimana menghasilkan sebuah karya foto dengan efek bluring dan bokeh yang bagus baik blur di bagian depan maupun belakang dengan sebuah titik fokus, maka lensa Fix 50mm f1.8 adalah jawabannya.

Lensa ini sangat tepat digunakan untuk foto potrait, food photography, low-light photo, dan lain sebagainya. Lensa Fix 50mm merupakan lensa yang cukup baik dibandingkan hanya dengan lensa kit, dan yang paling penting lensa ini tidak seberapa mahal. Harga berkisar mulai Rp1 juta, tergantung merek dan bukaan lensanya.



Share:

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.