Tampilkan postingan dengan label PELECEHAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PELECEHAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2012

PEREMPUAN TURKI MEMENGGAL KEPALA ORANG YANG MEMERKOSANYA



seorang perempuan hamil di turki tengah menantikan pengadilan terhadap dirinya, setelah ia diketahui nekat memenggal seorang pria yang tinggal di desanya. korban yang dipenggal diketahui telah memerkosa perempuan itu selama berbulan-bulan, hingga dirinya sempat hamil.

Nevin Yildirim, mengaku Nurettin Gider telah memperkosa dirinya ketika suaminya pergi bekerja ke kota lain Januari lalu. Perempuan yang memiliki dua anak itu, mengaku pelaku pemerkosaan terhadap dirinya akan membunuh kedua anaknya bila berteriak saat pemerkosaan terjadi.

Pernah, suatu ketika Yildirim menceritakan, Gider sempat menyusup masuk ke rumahnya saat dirinya tengah tidur dan mengambil fotonya. Salah dari foto itu menunjukkan perempuan berusia 26 tahun itu tengah hamil. Gider mengancam akan menyebarkan foto itu bila Yildirim tidak mematuhi perintahnya.

Desa kecil di wilayah barat daya Turki yang menjadi tempat tinggal Yildirim, kehormatan dianggap penting. Foto seperti dirinya yang hamil tanpa ada suami di sampingnya, tentu membuat Yildirim hancur dan kemungkinan besar bisa membuat keluarganya dilanda bahaya.

Pada 28 Agustus, ketika usia kehamilannya mencapai lima bulan, Yildirim merasa sudah muak dengan perilaku Gider. Ketika Gider hendak memperkosanya kembali, Yildirim memberikan perlawanan. Diambilnya senapan milik ayah mertuanya dan ditembakannya ke arah Gider.

"Saya kejar dia. Saat (Gider) jatuh ke tanah, dia mulai memaki. Saya pun menembak alat kelamin dan dia pun terdiam, saat itu saya tahu dirinya sudah tewas. Kemudian saya penggal kepalanya," ujar Yildirim dalam pengadilan, seperti dikutip CNN, Jumat (7/9/2012).

Saksi menggambarkan Yildirim berjalan di desanya dengan memegang kepala korban. Darah pun dilaporkan berceceran ketika Yildirim menenteng kepala Gider.

"Jangan berbicara di belakang saya, jangan bermain-main dengan kehormatan saya! Ini kepala dari pria yang mempermainkan kehormatan saya!" tutur Yildirim kepada pria-pria di desanya.

Kemudian Yildirim membuang kepala Gider ke tanah. Saksi pun memanggil pihak berwenang dan menangkapnya. Gider pun akhirnya harus meregang nyawa akibat ulahnya sendiri. Kepada pengadilan, Yildirim pun mengaku tidak menyesali memenggal kepada pria yang memiliki dua anak tersebut


Share:

Jumat, 31 Agustus 2012

TEGUR ANAK SAAT PIDATO, SBY TAK DUKUNG TEMA HAN





 Teguran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada peserta perayaan puncak Hari Anak Nasional mendapat kecaman. Tindakan SBY menegur anak karena tertidur itu dianggap berlebihan. Tindakan itu juga dianggap bertentangan dengan tema Hari Anak Nasional itu sendiri, yaitu "Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak".

Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menegaskan, pihaknya sangat menyayangkan tindakan orang nomor satu di Indonesia tersebut. Pasalnya, tindakan kontroversial itu dilakukan bertepatan pada puncak perayaan Hari Anak Nasional di Teater Imax Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

"Itu berlebihan dan bertentangan dengan tema Hari Anak Nasional yang menyebutkan, 'Bersatu Mewujudkan Indonesia Ramah Anak', tindakannya bertentangan dengan itu," ujar Arist saat dihubungi Kompas.com, Jumat (31/8/2012) siang.

Hal lain yang menjadi perhatian para aktivis anak adalah teguran SBY terjadi di ruang publik. Hal tersebut dapat dikategorikan sebagai kekerasan verbal yang dapat melukai hati anak. Pasalnya, selain sang anak bisa shock, lingkungan sekitar pun berpengaruh besar terhadap goncangan yang terjadi pada anak tersebut.

"Dia bisa diperolok teman-temannya, dimarahi protokoler, dimarahi panitia. Kita enggak nangkap saja dimarahi apa tidak, tetapi itu sangat disayangkan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, puncak peringatan Hari Anak Nasional 2012 diselenggarakan di Teater Imax Keong Mas Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu (29/8/2012). Saat pidato, Presiden menegur peserta, yaitu perwakilan anak-anak sekolah se-Indonesia. "Tolong dibangunkan yang tertidur, barangkali ada satu atau dua orang," kata Presiden sambil menatap ke arah hadirin.


$umb3r
Share:

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.