Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sains. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 September 2015

Inikah Bukti Ilmiah Bahwa Tuhan Itu Ada? (Part 1)

Tuhan itu ada atau tidak? Apa bukti ilmiah yang mengatakan keberadaan Tuhan itu mutlak? Kita tentu tidak bisa memaksa seseorang untuk menganut kepercayaan yang sama seperti diri kita. Susah sekali meyakinkan orang Atheis bahwa Tuhan itu ada, sama susahnya seperti memaksa seorang pendeta beralih menjadi ustadz. Jadi Tuhan itu ada atau tidak?

Bukti Ilmiah Keberadaan Tuhan

1. Teori Big Bang dan Kekuasaan Tuhan

bigbang
Makanan saja butuh orang untuk membuatnya dan tidak langsung muncul begitu saja. Lantas bagaimana dunia dengan luasnya yang berjuta-juta tahun cahaya bisa tiba-tiba muncul tanpa ada yang menciptakannya? Segala di sekitar kita seperti tanah, pohon, air, api tidak muncul begitu saja. Tuhan adalah jawaban yang paling masuk akal untuk pertanyaan siapa yang menjadi pencipta dunia beserta isinya. Tuhan itu ada sekaligus menjadi pencipta dunia kita yang super luas ini.bigbang 2

2. Bumi Ciptaan Siapa?

bumi
Dengan luas 510.072.000 km2 yang terdiri dari 148.940.000 km2 daratan (29,2 %) dan 361.132.000 km2 perairan (70,8 %), menurut kamu siapa yang bisa mengelola dan tetap berfungsi dengan baik untuk menunjang kehidupan manusia? Didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, harus berapa orang presiden yang ditarik untuk mengurus keseimbangan alam di Bumi? Jawaban paling masuk akal adalah Tuhan yang mengurus keseimbangan di Bumi hingga saat ini masih bisa menghidupi manusia yang entah kenapa makin membuat bobrok Bumi tempatnya tinggal. So, Tuhan itu ada dan nyata buktinya.

3. Air Adalah Sumber Kehidupan

water
Seperti yang kita tau selama ini, semua scientist pun berpendapat topik kehidupan adalah air. Tidak akan ada kehidupan tanpa air di dalamnya. Manusia, dengan otaknya telah membuat gedung-gedung super yang memblokir Bumi menjadi beberapa bagian dan apakah kamu sadar? Bagaimana caranya setiap makhluk di muka Bumi mendapat air sesuai kebutuhan mereka (atau paling tidak cukup untuk membuat mereka bertahan hidup)? Siapa yang mengatur pengairan di Bumi? Tuhan itu ada karena Tuhan merupakan jawaban paling masuk akal.

4. Otak Manusia Akankah Dikalahkan Oleh Artificial Intelligence?

brain
Pernah nggak kamu penasaran seperti apa kompleksitas dari otak manusia, atau bahkan hewan kecil deh? Kemajuan di bidang Artificial Intelligence (AI) memang sangat menakjubkan, namun masih belum bisa menyamai kemampuan otak dan sepertinya masih sangat lama bagi manusia untuk bisa menciptakan AI setara kemampuan otak. Tuhan itu ada, dan Dia lah yang menciptakan otak kita. Emang kamu percaya otak tiba-tiba ada tanpa suatu zat pun membuatnya? Balik lagi ke Tuhan itu ada.

5. Kitab Suci (Alquran, Injil, dsb) Sebagai Penopang Umat Beragama

alquran
Dalam artikel ini kami memandang Tuhan sebagai suatu zat absolut yang bisa disembah oleh agama apapun, dimana pun, dan kapan pun. Kamu sering lihat kan berita-berita peristiwa bersejarah, kecelakaan, kehidupan yang sebenarnya sudah tertulis di dalam Al Quran bahkan sebelum teknologinya muncul di kehidupan. Contoh saja:

"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (An-Najm (53) ayat 45-46)

Menurut Harun Yahya seorang penulis dari Turki, kromosom Y membawa sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X berisi sifat-sifat kewanitaan. Di dalam sel telur ibu hanya dijumpai kromosom X, yang menentukan sifat-sifat kewanitaan. Di dalam air mani ayah, terdapat sperma-sperma yang berisi kromosom X atau kromosom Y saja. Jadi, jenis kelamin bayi bergantung pada jenis kromosom kelamin pada sperma yang membuahi sel telur, apakah X atau Y. Dengan kata lain, sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut, penentu jenis kelamin bayi adalah air mani, yang berasal dari ayah.

Bukankah luar biasa teknologi yang bisa dikatakan baru ditemukan ini sudah tertulis di kitab Al Quran yang berumur ribuan tahun? Bagaimana menurutmu sendiri?

Sumuur: Jalantikus
Share:

Sabtu, 11 Oktober 2014

Planet Baru Dan Terjauh Di Tata Surya Matahari, 2012 VP113

Carnegie Scott Sheppard dan Chadwick Trujillo dari Observatorium Gemini telah menemukan anggota baru berupa planet kerdil dalam sistem tata surya matahari yang disebut 2012 VP113. Planet baru ini berada ditepi tata surya, orbit terjauh setelah planet Pluto dan planet Sedna, mungkin merupakan salah satu dari ribuan objek jauh yang membentuk Inner Oort Cloud. 
Ukuran planet diperkirakan sangat besar, mungkin berukuran 10 kali massa Bumi tetapi belum terlihat, tapi mungkin mempengaruhi orbit planet 2012 VP113 serta benda lain disekitar Oort Cloud (Awan oort). Penemuan planet baru dalam sistem tata surya matahari diterbitkan dalam jurnal Nature edisi 27 Maret 2014.

2012 VP113, Planet Kerdil Di Tepi Tata Surya Matahari

Dalam sistem tata surya kita terdapat tiga bagian yaitu planet berbatu seperti Bumi, planet gas raksasa dan benda-benda beku dari sabuk Kuiper terletak diluar orbit Neptunus. Diluar ini juga terdapat satu objek yang disebut Sedna berada ditepi sistem tata surya matahari. 
Akan tetapi, baru-baru ini ilmuwan telah menemukan planet terjauh setelah Sedna, objek yang disebut planet 2012 VP113 memiliki orbit tetap melampaui planet Sedna. Temuan ini akan mengubah pemahaman astronom tentang sistem tata surya matahari.
Orbit Planet Baru, 2012 VP113, Tata Surya Matahari
Planet Sedna ditemukan diluar sabuk Kuiper pada tahun 2003 dan tidak diketahui apakah Sedna merupakan benda unik. Dengan adanya temuan planet 2012 VP113, maka posisi pengamatan benda terjauh dalam tata surya kita mulai bergeser dan kemungkin disertai beberapa komet didalam Oort Cloud.
Outer Oort Cloud berbeda dengan inner Oort Cloud, sekitar 1500 AU, dimana gravitasi bintang lain didekatnya menyebabkan benda yang berada di Outer Oort Cloud memiliki orbit yang berubah secara drastis. Seperti halnya komet yang terdeteksi, benda-benda ini terganggu akibat Outer Oort Cloud. Tetapi inner Oort Cloud tidak dipengaruhi oleh gravitasi bintang lain dan memiliki orbit lebih stabil dan lebih primordial.
Dalam pengamatan tersebut, titik orbit terdekat planet 2012 VP113 ke matahari sekitar 80 kali jarak Bumi ke matahari. 
Planet Sedna dikenal signifikan melampaui batas terluar pada jarak 76 AU untuk seluruh orbitnya. Kedua ilmuwan menggunakan Dark Energy Camera (DECam) pada teleskop 4 meter NOAO di Chile. Teknologi teleskop ini memiliki kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya untuk mencari benda langit yang samar.
Dari observasi yang dilakukan Sheppard dan Trujillo, mereka menemukan 900 benda dengan orbit mirip seperti planet Sedna dan ukurannya lebih besar 1000 kilometer. Dan jumlah benda langit yang terdapat dalam Oort Cloud mungkin lebih banyak dari benda yang ada di sabuk Kuiper dan Asteroid Belt.
Menurut Sheppard, beberapa objek Oort Cloud bisa menyaingi ukuran planet Mars bahkan Bumi. Hal ini disebabkan objek Oort Cloud sangat jauh bahkan sangat besar dan terlalu sulit dideteksi dengan teknologi saat ini. Planet Sedna dan 2013 VP113 ditemukan mengorbit pada matahari, tetapi orbit kedua planet bisa mencapai ratusan AU dimana titik ini terlalu samat untuk diamati.

Referensi


Solar System's Edge Redefined, 26 March 2014, by Carnegie Institution. Journal Ref: A Sedna-like body with a perihelion of 80 astronomical units. Nature, 2014.
Share:

Galaksi-Galaksi Ter- di Jagad Raya (Terbesar, Terjauh, dll)

Galaksi merupakan objek diluar angkasa yang terdiri dari begitu banyak tata surya, planet, bintang, dan benda langit lainnya seperti lubang hitam, meteor, dan lain-lain. Dijagat Raya ini banyak sekali terdapat galaksi-galaksi, dan dari galaksi-galaksi tersebut ada beberapa galaksi yang paling "ter-" seperti dibawah ini. Antara lain :

1. Galaksi Terbesar



Sekelompok peneliti dari kalangan astronom berhasil menemukan galaksi terbesar yang diklaim terbesar di alam semesta. Mereka menemukannya saat melakukan observasi menggunakan teleksop di pegunungan Atacama, di Chili.

Disebut sebagai galaksi terbesar di alam semesta, pasalnya galaksi ini mempunyai jarak sekira tujuh miliar tahun cahaya atau setara dengan dua juta miliar massa matahari. Tidak hanya itu, galaksi ini merupakan struktur yang paling stabil di dalam tata surya.

Dikalangan penemu, galaksi ini diberi nama "El Gordo" atau yang dalam bahasa Spanyol berarti "Si Gemuk". Alasan El Gordo semakin membesar karena saat ini tengah menjalani penggabungan (merger) dan berkembang lebih besar. Kalangan astronom sendiri berharap dapat lebih memahami bagaimana mereka membentuk, tumbuh dan bertabrakan dengan satu sama lain.


2. Galaksi Terjauh


Astronom mengklaim telah menemukan galaksi terjauh yang ada di alam semesta. Galaksi yang belum diketahui identitasnya ini, berhasil ditemukan melalui kombinasi teleskop Hubble milik National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan teleskop luar angkasa Spitzer.

Menurut ilmuwan, seperti dilansir International Business Times, Jumat (16/11/2012), galaksi terjauh ini tampak seperti gumpalan yang sangat kecil, yang hanya sebagian kecil dari ukuran galaksi Bima Sakti kita. Objek ini juga memberikan wawasan baru terkait masa awal terbentuknya alam semesta, atau sekira 13,7 miliar tahun lalu.

Para ilmuwan mengatakan, galaksi yang baru ditemukan ini bernama MACS0647-JD. Galaksi ini kabarnya telah berusia sekira 420 juta tahun dan terbentuk setelah ledakan dahsyat (Big Bang).

Cahaya galaksi ini mampu menempuh perjalanan dengan 13,3 miliar tahun untuk mencapai bumi. Teleskop luar angkasa di optimalkan untuk dapat menemukan galaksi tersebut dan menetapkannya sebagai galaksi terjauh yang ada di alam semesta.

Cluster Lensing And Supernova Survey with Hubble (CLASH),  grup internasional yang dipimpin oleh Marc Postman dari Space Telescope Science Institute di Baltimore, menggunakan clusters galaksi masif sebagai teleskop kosmik untuk memperbesar galaksi tersebut.

Efek ini disebut gravitational lensing atau lensa gravitasi. Tanpa kekuatan perbesaran clusters, astronom tidak akan melihat galaksi baru tersebut. Karena lensa gravitasi, tim peneliti CLASH mampu mengamati tiga gambar terbesar dari MACS0647-JD dengan teleskop Hubble.


3. Galaksi Tertua


Sekelompok ahli astronomi mengklaim telah menemukan galaksi, yang diyakini terbentuk ketika alam semesta masih 'balita'.

Kilasan cahaya yang tertangkap dari teleskop Hubble yang mengorbit memperkirakan, usia galaksi itu mencapai 13,2 miliar tahun. Artinya galaksi tersebut terbentuk ketika alam semesta baru berusia 480 juta tahun, atau tidak lama setelah Ledakan Besar (Big Bang) terjadi.

Galaksi yang baru ditemukan itu, UDFj-39546824, terlihat di sektor kecil di langit yang disebut sebagai Hubble Ultra-Deep Field dalam pemindaian selama 87 jam pada periode 2009 dan 2010.

"Penemuan ini melebihi kapabilitas kami tapi kami menghabiskan beberapa bulan untuk mengujinya. Jadi sekarang kami merasa cukup yakin," cetus Illingworth

Ahli astronomi menganalisa usia galaksi tersebut dengan mengukur kecepatan gelombang cahaya yang disebut redshift. Semakin tinggi angka redshift yang dimiliki berarti objek tersebut semakin tua.

UDFj-39546824 diketahui memiliki redshift hingga 10,3, yang berarti melebihi redshift galaksi tua lainnya yang ditemukan Oktober lalu, yang rata-rata hanya 8,6.


4. Galaksi Spiral Terbesar


Tim astronom berhasil mengidentifikasi sebuah galaksi terbesar berjarak lebih dari 212 juta tahun cahaya dari bumi di konstelasi Pavo, yaitu NDC 6872.

NGC diketahui sebagai galaksi spiral yang memiliki ukuran lebih besar. Para astronom menemukan galakasi ini berdasarkan data yang diambil dari arsip satelit NASA Galaxy Evolution Explorer (GALEX).

Penemuan ini menunjukkan, NGC 6872 memiliki ukuran lima kali dari galaksi Bima Sakti. Tim astronom mengatakan, tabrakan yang terjadi dengan galaksi lain bisa menyebabkan salah satu lengan luar dari spiral menghasilkan bintang baru yang pada akhirnya menciptakan sebuah galaksi.

Tim astronom dari Brasil, Cile, dan Amerika Serikat, ini dipimpin oleh ilmuwan Rafael Eufrasio yang mempresentasikan temuannya pada Kamis lalu di pertemuan American Astronomical Society di Long Beach, California.


5. Galaksi Terunik


Teleskop luar angkasa Hubble baru-baru ini menangkap objek sepasang galaksi unik yang membentuk huruf V. Dua objek galaksi yang berbeda ini dikenal dengan nama IC 2184.

Kedua ujung galaksi ini tampak saling bersentuhan dan berada di konstelasi Camelopardaslis utara. Galaksi ini juga menampilkan garis-garis cahaya yang dikelilingi oleh objek redup di bagian ekor.

Ekor galaksi ini terlihat tipis. Selain itu, terdapat aliran gas memanjang, debu dan bintang yang melebar dari galaksi ke luar angkasa. Ini dapat terjadi ketika gravitasi galaksi berinteraksi satu sama lain.

Material galaksi ini tampak terpotong dari tepi luar di setiap tubuh galaksi. Kemudian, bagian dari galaksi ini melebar dalam arah yang berlawanan, membentuk dua ekor.

Galaksi ini selalu muncul dalam bentuknya yang melengkung. Sehingga, ketika galaksi ini terlihat relatif lurus, maka ini jelas bahwa teleskop Hubbel mengambil gambar tersebut dari bagian sisi atau samping.
Share:

NASA Temukan galaxy terjauh yang pernah dilihat menggunakan teleskop Hubble



NASA Temukan galaxy terjauh yang pernah dilihat menggunakan teleskop Hubble

Para astronom telah melihat tujuh galaksi yang telah ada hanya beberapa ratus juta tahun setelah kelahiran alam semesta, termasuk salah satu yang mungkin tertua yang ditemukan sampai saat ini.

Galaksi yang berpotensi sebagai pemegang rekor tertua, yang dikenal sebagai UDFj-39546284, kemungkinan ada ketika alam semesta hanya 380 juta tahun, dan mungkin galaksi terjauh yang pernah dilihat, kata para peneliti. Enam galaksi terjauh lainnya semua terbentuk dalam 600 juta tahun dari Big Bang, dimana alam semesta kita tercipta 13,7 miliar tahun yang lalu.

UDFj-39546284 terdeteksi sebelumnya, dan peneliti berpikir itu terbentuk hanya 500 juta tahun atau lebih setelah Big Bang. Pengamatan baru NASA dibuat dengan menggunakan Hubble Space Telescope, mendorong waktu pembentukan yang kemungkinan kembali lebih jauh.

Tujuh galaksi ini merupakan sensus galaksi yang dapat dipercaya sebagai zaman pertama sekitar 400,000,000-600.000.000 tahun setelah kelahiran alam semesta, kata para peneliti. Sensus ini mendeteksi peningkatan yang stabil dalam galaksi selama periode ini, menunjukkan bahwa pembentukan bintang dan galaksi pertama yang disebut "cosmic dawn" - terjadi secara bertahap.

LIHAT JUGA: Galeri: Foto Spectacular Hubble

Peneliti mengarahkan Hubble pada sepetak kecil langit yang dikenal sebagai Hubble Ultra Deep Field, pengamatan dilakukan selama berjam-jam untuk melihat obyek yang jauh dan sangat samar. Para peneliti menggunakan Wide Field Camera untuk mempelajari bidang di dekat panjang gelombang inframerah selama bulan Agustus dan September 2012.

NASA Temukan galaxy terjauh yang pernah dilihat menggunakan teleskop Hubble


Para astronom menggunakan filter khusus untuk mengukur redshifts galaksi, seberapa banyak cahaya yang telah membentang oleh perluasan ruang. Dari redshifts, para peneliti mampu menghitung jarak ke setiap galaksi, juga mengungkap umur galaksi tersebut.

Data baru Hubble "berasal dari penggalian arkeologi terbesar yang kita miliki dari alam semesta," kata astronom Harvard Abraham Loeb, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Tim Hubble mendorong ke batas-batas kemampuan teleskop Hubble, dan teleskop mungkin tidak akan dapat melihat lebih jauh lagi. Tapi teleskop NASA yang lain yaitu James Webb Space Telescope, yang dijadwalkan untuk beroperasi pada tahun 2018, akan menggali lebih dalam ke masa lalu alam semesta.
Share:

Teknologi membuat air melayang menggunakan gelombang suara (Acoustic Levitation)





Ini bukan trik sulap dan juga bukan sebuah ilusi, ilmuwan benar-benar menggunakan levitasi untuk meningkatkan proses pengembangan obat, yang pada akhirnya menghasilkan obat-obatan yang lebih efektif dengan efek samping yang lebih sedikit.

Para ilmuwan di U.S. Department of Energy's (DOE) Argonne National Laboratory telah menemukan cara untuk membuat tetesan larutan yang mengandung obat yang berbeda melayang dengan menggunakan gelombang suara. Hubungan antara levitasi dan pengembangan obat mungkin tidak jelas, sementara hubungan istimewa muncul pada tingkat molekuler.

Pada tingkat molekuler, struktur farmasi jatuh ke salah satu dari dua kategori: amorf atau kristal. Obat amorf biasanya lebih efisien diambil oleh tubuh dibanding obat kristal, ini karena obat amorf lebih mudah larut dan memiliki bioavailabilitas yang lebih tinggi, yang menunjukkan bahwa dengan dosis rendah dapat menghasilkan efek yang diinginkan.

"Apa pun itu, salah satu tantangan terbesar pada pengembangan obat dalam mengurangi jumlah obat yang diperlukan untuk mencapai manfaat terapeutik" kata Chris Benmore, Argonne X-ray physicist yang memimpin penelitian.

"Kebanyakan obat di pasar yang berupa kristal, tidak bisa sepenuhnya diserap oleh tubuh dan dengan demikian kita tidak mendapatkan penggunaan yang paling efisien dari obat tersebut," tambah Yash Vaishnav,  Senior Manager for Intellectual Property Development and Commercialization.

Mendapatkan obat-obatan dari larutan menjadi amorf, bagaimanapun, bukanlah tugas yang mudah. Jika larutan menguap ketika sedang dalam kontak dengan bagian wadah, itu jauh lebih mungkin untuk memperkuat dalam bentuk kristal nya. "Ini hampir seolah-olah zat ini ingin menemukan cara untuk menjadi kristal," kata Benmore.

Untuk menghindari masalah ini, diperlukan cara untuk menguapkan larutan tanpa menyentuh apa pun. Karena cairan sesuai dengan bentuk wadahnya, ini adalah persyaratan hampir mustahil - begitu sulit, pada kenyataannya, bahwa Benmore harus berpaling ke levitator akustik, sebuah peralatan yang pada awalnya dikembangkan NASA untuk mensimulasikan kondisi mikro.

Levitasi atau "containerless processing" dapat membentuk sampel murni yang dapat diperiksa di Argonne’s Advanced Photon Source dengan energi tinggi sinar X. "Hal ini memungkinkan amorphization obat yang akan dipelajari saat sedang diproses," kata Rick Weber, yang bekerja pada tim proyek di synchrotron.

Levitator akustik menggunakan dua speaker kecil untuk menghasilkan gelombang suara pada frekuensi sedikit di atas kisaran frekuensi yang dapat terdengar - sekitar 22 kilohertz. Ketika gelombang suara atas dan bawah diselaraskan, menciptakan dua set gelombang suara yang sempurna mengganggu satu sama lain, menghasilkan sebuah fenomena yang dikenal sebagai gelombang berdiri (standing wave).

Pada titik tertentu di sepanjang gelombang berdiri, yang dikenal sebagai node, tidak ada transfer bersih energi sama sekali. Karena tekanan akustik dari gelombang suara yang cukup untuk membatalkan efek gravitasi, benda ringan bisa melayang bila ditempatkan pada node.

Vaishnav menjelaskan, meskipun hanya sejumlah kecil obat saat ini yang dapat "amorphized" menggunakan teknik ini, tetap menjadi alat analisis yang kuat untuk memahami kondisi yang membuat untuk persiapan amorf terbaik.

Peneliti Argonne telah meneliti lebih dari selusin obat yang berbeda, Laboratorium Pengembangan Teknologi & Divisi Komersialisasi saat ini sedang mengejar paten untuk metode tersebut. Pengembangan Teknologi & Komersialisasi juga tertarik bermitra dengan industri farmasi untuk mengembangkan teknologi lebih lanjut serta untuk lisensi untuk pembangunan komersial.

Setelah mengadaptasi teknologi untuk penelitian obat, para ilmuwan Argonne bekerja sama dengan Profesor Stephen Byrn dan Lynne Taylor di Departemen Farmasi Industri dan Fisika di Purdue University dan Jeffery Yarger dari Departemen Kimia dan Biokimia di Arizona State University. Kelompok ini sekarang bekerja mengidentifikasi dampak paling kuat obat instrumentasi levitasi.

Sumber: science.energy.gov
Share:

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.